TREND MAKANAN KOREA DI BANDA ACEH; PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL OLEH LEMBAGA PENGKAJIAN PANGAN, OBAT-OBATAN DAN KOSMETIKA (LPPOM) MPU ACEH

Cut Zamharira

Abstract


Budaya Korea Selatan yang masuk ke Indonesia baik melalui drama, k-pop, fashion dan kuliner yang khas, telah membentuk trend tersendiri di kalangan remaja, bahkan dewasa. Khusus untuk makanan Korea, penikmat kuliner di kota Banda Aceh sudah sangat familiar dengan kimchi, tteobokki, kimbab, korean garlic cheese bread dan lain-lain. Peneliti menemukan setidaknya terdapat 5 gerai kuliner yang menawarkan jajanan Korea di Kota Banda Aceh,  baik yang dijual secara online maupun offline.  Namun dari literatur yang peneliti pelajari menyebutkan bahwa di Indonesia prosentase produk makanan  Korea paling sedikit mendapatkan sertifikasi halal dibandingkan produk makanan yang berasal dari Cina dan Jepang (Ramita Paraswati, 2017). Aceh sebagai wilayah dengan mayoritas muslim, kepastian kehalalan produk makanan menjadi hal yang utama.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana penyelenggaraan jaminan produk halal yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (LPPOM MPU Aceh) pada peredaran makanan, khususnya makanan Korea dengan merujuk pada Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal. Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, melalui tahapan wawancara dan observasi, peneliti menggali informasi lebih mendalam dari para informan untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh LPPOM MPU Aceh dalam rangka penjaminan produk halal, terutama pada makanan Korea di kota Banda Aceh.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum ada gerai makanan Korea di Banda Aceh yang telah tersertifikasi halal MPU Aceh. Hal ini dilatarbelakangi oleh mind set pelaku usaha bahwa selama bahan baku yang dipergunakan halal, maka otomatis produk olahan mereka terjamin kehalalannya. 


Keywords


trend makanan korea, produk halal, LPPOM MPU Aceh.

Full Text:

PDF

References


Anselm Strauss, Juliet Corbin, 2003, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Pustaka Pelajar

Ari Mariyana Agriyani dkk, 2021, Peran Negara Dalam Memberikan Perlindungan Pada Penggunaan Produk Pangan Tidak Berlabel Halal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal, Widya Yurika: Jurnal Hukum, Vol. 4, No. 1.

Chantika Sari, Ahmad Jamaan, Hallyu Sebagai Fenomena Transnasional, 2014, Jurnal Online Mahasiswa UNRI, Volume 1, No 1.

Haedar Akib, 2010, Implementasi Kebijakan: Apa, Mengapa dan Bagaimana, Jurnal Administrasi Publik, Volume 1, No 1.

Idola Perdini, Farah Dhiba Putri Liany, Reni Nuraeni, 2019, K-Drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia, ProTVE Volume 3, No 1.

Hallyu, Gelombang Yang Tak Kunjung Surut, 12 oktober 2021, ketik.unpad.ac.id, diakses 17 April 2022.

Mazmanian, D.A, Paul A. Sabatier, 1983, Implementation and Public Policy. London: Scott, Foresman and Company.

Nidya Waras Sayekti, 2017, Jaminan Produk Halal Dalam Persfektif Kelembagaan, Kepakaran Ekonomi dan Kebijakan Publik, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2014.

Ramita Paraswati, 2017, Labelisasi K-Food Halal Dalam Pasar Pangan Di Indonesia, Jurnal HI Universitas Muhammaddiyah Yogyakarta.

Qanun Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal menunjuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Aceh (LPPOM MPU)

Yayan Hendayana, Ni’matul Afifah, 2020, Pengaruh Brand Ambassador Dan Korean Wave Tehadap Minat Belanja Online Melalui MarketPlace Tokopedia, Kinerja Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 3, No. 1.




DOI: https://doi.org/10.52626/jg.v5i2.153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by: Geuthèë Institute

Jalan Limpok - Cot Iri, Barona Jaya, Aceh - Indonesia

E-mail: jurnal@geutheeinstitute.com & jurnalgeuthee@gmail.com

Website: http://geutheeinstitute.com/


Jurnal Geuthèë : Penelitian Multidisiplin

ISSN Online: 2614 – 6096 .

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.