DAYAH DAN RESOLUSI KONFLIK DI ACEH (SUATU KAJIAN TERHADAP PENGUATAN PERDAMAIAN DI ACEH)

S Safriadi

Abstract


Penelitian ini ingin memberi gambaran mengenai peranan dayah/pesantren dalam resolusi konflik di Aceh. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa dayah memiliki peranan dan kontribusi untuk menyelesaikan konflik di Aceh. Hal ini dapat diukur dari beberapa langkah yang ditempuh oleh dayah yaitu pertama, dengan menerjunkan para da’i-da’i yang handal dan telah dilakukan pelatihan dan pembinaan ke daerah-daerah basis konflik. Lewat dakwah inilah, para da’i menyebarkan ajaran agama yang ditujukan kepada penguatan perdamaian dan penyelesaian konflik secara kaffah (menyeluruh). Kedua, lembaga dayah secara khusus menerima anak korban konflik serta para lansia untuk dibina dan diajarkan pengetahuan agama secara gratis. Ketiga, para pimpinan dayah (ulama) dengan berbagai metode melakukan pendampingan dan menjadi mediator dari pihak-pihak yang bertikai di Aceh, misalnya Abu Panton memberikan kontribusinya dengan menulis buku yang berjudul resolusi konflik dalam Islam (Kajian Normatif dan Historis perspektif ulama dayah).

 


Keywords


Dayah, Resolusi Konflik

Full Text:

PDF

References


Aceh, Damai Dengan Keadilan? Mengungkap Kekerasan Masa Lalu, (Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, 2006)

Ali Mutakin, Resolusi Konflik Melalui Nilai-nilai Kultur Pesantren, Sangkep (Jurnal Kajian Sosial Keagamaan)

Alo Liliweri, Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, (Yogjakarta: LKIS, 2005)

Bambang Wahyudi, Resolusi Konflik untuk Aceh, (Jakarta:Makmur Cahaya Ilmu, 2013)

Daniel Hutagalung, Problem Aceh: Menutup Aib Dengan Darurat Militer, dalam Buletin Asasi Elsam Vol.II/VII/2003.

Elsam, Peta Persebaran Korban Pelanggaran HAM di Indonesia, 2011.

https://kumparan.com/acehkini/delegasi-myanmar-belajar-penyelesaian-konflik-dan-perdamaian-di-aceh-1rWzOzjCLB0

https://www.nu.or.id/post/read/105852/jejak-pendekatan-kemanusiaan-gus-dur-dalam-penyelesaian-konflik-aceh.

Nashrun Marzuki dan Adi Warsidi (ed), Fakta Bicara: Mengungkap Pelanggaran HAM di Aceh 1989 – 2005, (Banda Aceh: Koalisi NGO HAM Aceh, 2011).

Siti Ikrimaton & Khairun Amin, KONSTELASI POLITIK ACEH PASCA MoU HELSINKI (2006-2015), Jurnal Sosiologi Universitas Syiah Kuala, Volume 12, Nomor 1, Juni 2018, hlm. 95

Yulius Hermawan, Transformasi dalam studi Hubungan Internasional: Aktor, Isu, dan Metodologi, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2007.




DOI: https://doi.org/10.52626/jg.v5i2.144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by: Geuthèë Institute

Jalan Limpok - Cot Iri, Barona Jaya, Aceh - Indonesia

E-mail: jurnal@geutheeinstitute.com & jurnalgeuthee@gmail.com

Website: http://geutheeinstitute.com/


Jurnal Geuthèë : Penelitian Multidisiplin

ISSN Online: 2614 – 6096 .

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.